Search Music, File, Dll

megaupload

Lencana Facebook

Sabtu, 18 April 2009

museum geologi bandung

KATA PENGANTAR

Bismillahhiromanirohim,
Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad SAW sebagai teladan yang baik sepanjang masa.
Alhamdulillah berkat usaha, kesungguhan dan ketekunan akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penyusunan makalah ini penulis banyal mendapat bantuan dari berbagai pihak. Penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memotivasi penulis dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi penulis dan pembaca.

17 April 2009 Penulis



DAFTAR ISI

Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Makalah
D. Kegunaan Makalah
BAB II ISI
A. Museum Geologi Bandung
B. Penjelasan Tentang Geologi Sejarah
C. Dataran Tinggi Bandung
D. Tangkuban Perahu
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dataran tinggi Badung terletak diantara dua deretan gunung api, hampir seluruh dataran ini ditutupi oleh bahan-bahan atau material vulkanil. Hanya pada dua tempat di temukan endapan sedimen yang dibentuk dalam laut, yaitu didaerah padalarang dan nagreg. Rangkaian utara bagian tengah merupakan gunung api itu sendiri, dan bagian selatannya merupakan dataran tinggi yang dahulu merupakan danau besar.
Di bagian ini terdapat endapan danau besar seperti tanah liat, pasir. Bagian utara dari danau purba ini terdiri dari arus lahar dan tufa gunung api tangkuban parahu dan di kaki gunug api yang datar ini terletak kota Bandung, Cimahi dan Padalarang.

B. Rumusan Makalah
1. Apa saja yang terdapat pada Museum Geologi Bandung?
2. Bagaimana terjadinya letusan gunung api?
3. Apa pengertian dari mineral?

C. Tujuan Masalah
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
1. Tentang Museum Geologi Bandung.
2. Proses terjadinya letusan Gunung api.
3. Pengertian dari mineral

D. Kegunaan Makalah
Kegunaan makalah ini diharapkan dapat berguna sebagai wahana penambah informasi tentang penelitian. Khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca.

BAB II
MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

A. Museum Geologi Bandung
Museum geologi didirikan pada tanggal 16 mei 1928. Sebagai sebuah monumen bersejarah, museum ini dianggap sebagai peninggalan nasional dan berada dibawah perlindungan pemerintah. Museum geologi awalnya berfungsi sebagai laboratorium dan tempat penyimpanan hasil penyelidikan geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah Indonesia dan berfungsi pula sebagai sarana pendidikan, penyedia berbagai informasi tentang ilmu kebumian dan objek pariwisata.
Museum geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai 1 dan 2.
1. Lantai 1
Terbagi menjadi 3 ruang utama, ruang orientasi dibagian tengah, ruang sayap barat dan ruang sayap timur.
 Ruang orientasi
Berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi. Bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian.
 Ruang sayap barat
Dikenal sebagai ruang geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang:
- Hipotesis terjadinya bumi didalam system tata surya.
- Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia, diwujudkan dalam bentuk maket model gerakan model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif
- Keadaan geologi sumatera, jawa, Sulawesi, Maluku dan nusa tenggara serta irian jaya.
Dunia batuan dan mineral menempati bilik disebelah baratnya, yang memamerkan beragam jenis batuan, mineral dan susunan kristalografinya dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih dalam ruangan yang sama, dipamerkan kegiatan penelitian geologi Indonesia termasuk jenis-jenis peralatan atau perlengkapan lapangan, saran pemetaan dan penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta (geologi, geofisika, gunung berapi, geomorfologi) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakatan data-data dan informasi geologi Indonesia.
Pada ujung ruang sayap barat adalah kegunung apian yang menunjukan keadaan beberapa gunung api aktif di Indonesia seperti: Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu.
 Ruang sayap timur
Ruangan ini menggambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga moderen yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan.
Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitive pun belum ditemukan. Beberapa milyar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis timbunan bersel tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil.
Reprilia bertulang belakang berukuran besar yang hidup menguasai masa Mesozoikum tengah hingga akhir (120-65 juta tahun lalu) diperagaan dalam bentuk replica fosil tyrannosaurus rex Osborn (jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapai 19 m, tinggi 6,5 m dan berat 8 ton.kehidupan awal di bumi yang di mulai sekitar 3 milyar tahun lalu selanjutnya berkembang dab berevolusi hingga sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada zaman tersier (6,5-1,7 juta tahun lalu) dan kuarte (1,7 juta tahun lalu hingga sekarang) di Indonesia terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang di temukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya di pulau jawa.
Sejarah pembentukan danau Bandung yang melegenda di tampilkan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan ikan yang ditemukan pada lapisan tanah bekas danau Bandung serta artefak di peragakan dalam bentuk aslinya. Artefak yang terkumpul dari beberapa tempat di pinggiran danau Bandung menunjukan bahwa sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut pernah di huni oleh manusia prasejarah. Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan masa lalu di tempatkan pada bilik tersendiri di ruang sejarah kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses pembentukan fosil, termasuk batu bara dan minyak bumi, selain keadaan lingkungan purba.
2. Lantai 2
Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur.
 Ruang barat dipakai oleh staf museum
 Ruang tengah berisi maket pertambangan emas terbesar didunia, yang terletak di pegunungan tengah irian jaya. Tambang terbuka gransberg yang mempunyai cadang sekitar 1,186 milyar ton, dengan kandung tembaga 1,02%, emas 1,19 gram / ton dan perak 3 gram / ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawah tanah aktif disekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 milyar ton.
Bekas tambang erksberg (gunung bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal irian jaya (papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca disekitar maket. Miniature menara pemboran minyak dan gas busmi juga diperagakan disini.
 Ruang timur terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuannya memberikan informasi tentang aspek positif dan negative tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya Indonesia.
- Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumber daya mineral di Indonesia.
- Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral,
- Ruangan 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun modern.
- Ruang 4 menunjukan cara pengolahan dan pengelolaan komodisi mineral dan energi.
- Ruang 5 memamparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longsor, letusan gunung api dan sebagainya.
- Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunung apian.
- Ruang 7 menjelaskan tentang sumber daya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumber daya tersebut.
Gedung museum geologi yang terletak dijalan diponegoro 57 Bandung, museum ini ada di dalam organisasi pusat penelitian dan pengembangan geologi , direktorat jenderal geologi dan sumber daya mineral, departemen pertambangan dan energi. Bangunan gedung yang arsitekturnya dirancang oleh Menalda Van Schoulven Burg (arsitek Belanda) di bangun oleh kontraktor Lim A Goh dari Bandung. Pembangunannya memakan waktu selama sebelas bulan dengan tenaga kerja sebanyak 300 orang.
Tujuan utama pembangunan museum geologi yaitu untuk mendokumentasikan dan memperragakan benda peraga geologi hasil kegiatan kerja dilapangan dan di laboratorium semuanya dalam bentuk batuan, mineral dan fosil, dilengkapi dengan foto, bagan, peta ilustrasi dan beberapa model untuk memberikan gambaran lebih jelas.
Fungsi museum geologi lebih dititik beratkan kegunaannya dalam pengembangan pendidikan dan penelitian dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia karena itu sesudah mengalami pembaharuan dalam tata pameran dan peragaan, para pengunjung yang masih awam pada ilmu, kegiatan dan hasil kerja geologi, dapat memahaminya di museum. Untuk peragaannya museum geologi dilengkapi dengan perangkat elektronik, mekanik, pemandu dan pembimbing.
Berdasarkan pengamatan yang pernah dilakukan di beberapa museum yang memiliki satu, dua keunggulan-keunggulan ialah fungsinya sebagai tempat belajar, beberapa jenis dan model benda peraga langka bangunan yang memiliki kaitan sejarah perjuangan kemerdekaan nusa dan bangsa meskipun demikian, kekurangannya juga masih banyak, dan semuanyamemerlukan peningkatan kemampuan dan ketekunan kerja.

B. Penjelasan Tentang Geologi Sejarah
Tidak berbeda dengan manusia, bumi juga memiliki riwayat hidup yang dapat dipelajari berdasarkan sisa kehidupan purba yang telah membatu, disebut fosil. Berdasarkan penelitian, para ahli geologi yakin bahwa bumi sudah dihui makhluk hidup sejak ratusan juta yang lalu. Tetapi keyakinan ini baru dapat diterima jika berbagai bukti kebenarannya sudah diperoleh.
a. Masa Arkeozoikum (Azoikum)
Dapat diartikan sebagai masa tanpa kehidupan. Bumi masih dalam keadaan membara dan jarak bumi dan bulan masih sangat dekat, berbagai benda ruang angkasa seperti meteor atau meteirit ( berukuran kecil) dengan mudah jatuh ke bumi yang belum terlindung udara. Meskipun demikian semua benda tersebut diatas langsung terbakar, pada saat bumi yang masih dalam keadaan membara dengan suhu yang amat tinggi.
Kejadian bumi dan pembentukan yang terjadi sekitar satu milyar tahun yang lalu dan beberapa ratus juta tahun kemudian bumi kerak bumi suhu semakin menyusut bagian bumi dalam keadaan cair diangkasa bumi badai magnetic menyelimuti bumi petir dan Guntur meteor dan meteorit membentur bumi suhu bumi makin menyusut bumi membeku penyusutan suhu gas mengembun uap air hujan lebat yang abadi membentuk lautan pembentukan air, udara makin sempurna terlindung dari benturan berbagai benda luar angkasa (meteorit).
Ada dua macam meteorit, yaitu meteorit logam (mengandung besi nikel dan meteorit baju), beberapa contoh batuan kerak bumi dapat disaksikan di museum geologi.
b. Masa Paleozoikum
Berlangsung selama 354 juta tahun yang lalu sejak 570 tahun yang lalu palezoikum dapat pula diartikan sebagai masa tua dalam sejarah bumi. Pada masa itu berbagai tanda kehidupan sudah ditemukan, yaiut kerangka atau cangkang binatang purba yang telah membatu (fosil).
Masa ini di bagi menjadi 6 jaman:
1. Kambrium (570-500 juta tahun yang lalu)
Peragaan fosil berumur masa ini, semuanya di peroleh dari luar negeri demikian pula bagaimana urutan tarikh geologi dan evolusi biologi (binatang dan tumbuhan)
2. Ordovisium (500-440 juta tahun yang lalu)
Nama zaman ini juga berasal dari wales yaitu nama suku bangsa celtic yang disebut ordovicas. Pada masa ini mempunyai ciri meningkatnya jumlah jenis binatang laut invertebrate, pada zaman ini pula perkembangan trilobite mencapai puncaknya dan untuk pertama kali beberapa fosil binatang bertulang belakang.
3. Silur
Namanya berasal dari suku bangsa primitive silures yang tinggal disuatu daerah wales (Inggris), zaman silur berlangsung sejak 440-395 juta tahun yang lalu. Di tempat suku ini terdapat batuan yang memiliki beberapa sifat khusus yang berbeda dengan batuan yang berumur ordovisium. Kedudukan lapisan batuan silur tidak selaras dengan batuan ordovisium, dan di zaman silur hidup binatang yang karakteristik. binatang


4. Davon
Berasal dari nama daerah di Inggris barat daya, dan di daerah ini batuan yang pertama kali mengandung fosil binatang laut. Zaman davon berlangsung sejak 395-345 juta tahun yang lalu dan sebagai zaman hadirnya berbagai jenis ikan. Salah satu jenis fosil di simpan di museum geologi, yaitu fosil ikan bintang (ophiuroid) berasal dari jaman.
5. Karbon
Di amerika serikat dibagi dua dan disebut Missisipi dan Pennsylvania, lamanya berkisar 345 – 280 juta tahun yang lalu. Nama karbon mulai digunakan sejak 1822 di Inggris pada saat ditemukan lapisan dengan banyaknya endapan batu bara yang terbentuk dari tumbuhan pada zaman itu.
6. Peram
Zaman terakhir Dario masa paleozoikum, namanya berasal dari daerah di Rusia bagian timur laut yaitu Peram. Didaerah ini ditemukan endapan laut penuh fosik yang dapat dibekukan untuk mencirikan zamannya. Zaman ini berlangsung sejak 280-225 juta tahun yang lalu, yaitu fosil binatang yang disebut fusulinar.
c. Masa Mesozoikum (225-65 juta tahun yang lalu)
Masa mesozoikum ditandai oleh hadirnya binatang reptile baik di darat, laut maupun yang dapat melayang di udara yang waktu itu masih merajai dunia. Hal ini diketahui fosilnya hampir diseluruh dunia. Di Indonesia fosil darat semacam ini belum ditemukan, karena binatangnya sudah punah sebelum daratan Indonesia lahir.
Masa mesozoikum dibagi menjadi tiga zaman, yaitu:
1. Trias, nama zaman ini berasal dari jerman yang berarti tiga, berdasar suatu lapisan batuan yang terdiri endapan batuan berwarna merah (bagian bawah), serpih dan batu gamping (tengah) dan endapan berwarna merah (atas), zaman trias berlangsung sejak 225-190 juta tahun yang lalu, dan nampaknya merupakan zaman yang paling kering dan tidak subur.
2. Jura, zaman ini berlangsung selama 55 juta tahun dimulai sejak 190-136 juta tahun yang lalu. Di Indonesia lapisan batuan yang berumur jura terdapat di beberapa daerah dan yang paling terkenal terdapat di pulau misool, dilepas pantai barat jazirah cendarawasih, Irian jaya. Dan koleksi fosil yang berumur jura di museum geologi berasal dari sumatera selatan, Kalimantan barat, Maluku tenggara (pulau Bahar) dan Maluku utara (pulau buru dan taliabu)
3. Kapur, zaman akhir masa mesozoikum, namanya berasal dari kata latin “crata” yang berarti kapur, zaman kapur berlangsung sejak 136 hingga 65 juta tahun yang lalu dan batuan yang mengandung fosil berumur kapur ditemukan pula di Indonesia. Beberapa jenis fosil yang cukup tenar dan ada di museum geologi yaitu Orbitolena SP ( binatang laut bersel satu), pacitan SP (kerang), dll.
d. Masa Kenosoikum
Masa ini disebut juga masa Neozoikum, dapat diterjemahkan sebagai masa baru dalam sejarah geologi bumi. Masa ini dibagi menjadi dua yaitu:
1. Tersier (65-1,8 juta tahun yang lalu)
Alam nya ditandai oleh perkembangan binatang dan tumbuhan mutakhir, terdiri dari berbagai jenis binatang menyusui dan tumbuhan berbiji. Pada zaman ini berbagai jenis dinosaurus yang hidup di darat, laut dan udara sudah tidak tampak.
Zaman tersier dibagi 5, yaitu:
a) Paleoson istilah ini berasal dari bahasa yunani yang artinya memiliki palaecos (purba) dan cana (kala) yaitu kala purba yang tidak memiliki jenis binatang yang hidup sekarang, jenis binatang yang dimaksud ialah binatang laut tidak bertulang belakang, misalnya kerang dan siput.
b) Sosan (54-38 juta tahun yang lalu) ditemukan fosil berbagai jenis ikan tawar dari sumateradan kuda purba.
c) Oligosan, terdapat fosil foraminfera (hewan bersel satu), kepiting, fosil daun dan kayu.
d) Miosan (26-5 juta tahun yang lalu), batu lempeng atau gamping banyak mengandung fosil binatang laut, fosil kerang dan jenisnya masih hidup hingga sekarang.
e) Pliosan (5-1,8 juta tahun yang lalu) mulai banyak fosil darat ditemukan disamping fosil laut yang sudah banyak ditemukan di Indonesia, demikian pula kura-kura air tawar yang telah memfosil seperti irioni SP
2. Kuarter
Merupakan zaman perkembangan segala kehidupan di bumi, baik di darat, laut maupun di udara. Zaman kuarter hanya di bagi 2 yaitu:
a) Plitosan, fosil-fosil yang ditemukan :
- Kaki gajah (slagedon SP)-rembang, jawatengah
- Banteng (libos SP), Harimau-watualang, ngawi
- Fosil tengkorak manusia atau bagian tulang lainnya-ngawi, jawa tengah
b) Holosan (0,01 juta / 10 ribu tahun yang lalu), sebagai peralihan zaman sejarah geologi ke zaman peradaban manusia, didokumentasikan pada sejarah budaya manusia sejak zaman paleolitikum (zaman batu tua) sampai zaman neolitikum (zaman batu baru)
Karena itu selain mempelajari berbagai data dan informasi melalui peraga geologi dimuseum atau tempat peragaan geologi lainnya. Secara umum, selain menguraikan pengetahuan geologi perihal urutan sejarah geologi, pengetahuan mengenai batuan, mineral dan bahan galia, juga diuraikan secara garis besar mengenai jenisnya.
Kepulauan indonesisa merupakan kawasan di permukaan bumi yang termasuk aman dan nyaman sebagai tempat manusia bermukim dan bermasyarakat. Namun tidak semua penduduk memiliki rasa peduli, banyak menimbulkan akibat yang dapat membencanai hidupnya, dan hal ini umumnya disebut sebagai “bencana alam” misalnya banjir, tanah longsor dan sejenisnya di musim hujan atau kesulitan memperoleh air bersih di musim kemarau.

C. Dataran Tinggi Bandung
a. Patahan lembang
Dataran tinggi bandung terletak diantara dua deretan gunung api. Hampir seluruh dataran ini ditutupi oleh bahan-bahan atau material vulkanis. Hanya pada dua tempat di temukan endapan sedimen yang dibentuk dalam laut yaitu daerah padalarang dan nagreg. Rangkaian utara di bagian tengah merupakan gunung api itu sendiri, dan bagian selatannya merupakan dataran tinggi yang dahulu merupakan danau besar.
Jika kita berada di daerah depresi lembang, disebelah selatan akan terlihat satu pegunungan panjang yang lurus memanjang dari timur ke barat. Pada salah satu buktinya terletak bangunan peneropong bintang bosscha.
Terjadinya pegunungan ini setelah ledakan gunung api sunda maka terjadilah gerak turun naik dalam kerak bumi. Oleh gerak patahan ini, maka terjadilah pegunungna tinggi yang telah disebutkan tadi. Pada bagian utara turun, sedangkan bagian selatannya tetap pada tempatnya. Potongan dalam kpatahan lembang, bagian sebelah utara turun kira-kira 450 meterdibandingkan dengan sebelah selatan.
Setelah terjadinya patahan lembang, gunung tangkuban perahu mulai bekerja pada jaman kuarter muda, gunung api tangkuban perahu terjadi di sebelah timur kaldera sunda, eropsi yang pertama gunung api tangngkuban perahu ini memang sangat hebat, materialnya sangat banyak. Sehingga dengan demikian mengakibatkan terbentuknya dataran tinggi Bandung.
Pembentukan patahan lembang, maka terjadilah eropsi yang hebat dari gunung api tangkuban perahu dalam bentuk slaktufa, sebelah utara arus slek ini menuju segala herang dan ke sebelah selatan menuju Bandung. Material yang keluar mengisi depresi lembang, dan terbentur pada dinding patahan lembang. Ia mencari jalan keluar keselatan melalui celah-celah dalam dinding patahan ini, antara lain melalui penyayatan cipaganti dan cikapundung. Arus lahar yang mengalir kesebelah barat, tidak menemui rintangan yang berarti, karena dinding patahan di daerah ini tidak stinggi di sebelah timur. Sehingga mulailah bagian ini dibanjiri material material gunung api tangkuban perahu, kearah cimahi dan padalarang.
b. Curug cimahi
Oleh pembentukan retakan dalam gunung api ini maka keluarlah bahan-bahan dalam bentuk cair yakni lava. Lava ini menggunakan sungai-sungai sevbagai jalan dan lava ini sebagian dapat kita lihat di air terjun dago dan air terjun cimahi.
Curug cimahi yang terletak di kawasan cihideung, yang menghubungkan bandung, cimahi dan lembang. Di sepanjang perjalanan terpampang potret alami lereng dan lembah pegunungan yang dihiasi aneka tanaman hias disisi jalanan. Pada saat melewati kaki gunung tangkuban perahu dan burangrang, maka akan teringat kisah sangkuriang dan dayang sumbi yang menjadi salah satu cerita legenda termahsyur dari tanah parahyangan.
Setelah tiba dipintu gerbang curug cimahi, untuk mencapai pusat air terjun dan aliran sungainya, kita mesti menuruni ratusan anak tangga yang di kelilingi rimbunan pepohonan. Pada dasar lembah yang teduh dan sejuk, disambut gemuruh air yang meluncur deras dari puncak tebing.
Air terjun cimahi berketinggian 97 meter. Yang menjadi pesonanya adalah keberadaan tebing-tebing yang berdiri kokoh di sekitar air terjun. Ternyata, berbagai macam batuan yang menyusun tebing itu berasal dari lelehan lava letusan gunung berapi sunda dan tangkuban perahu purba.
c. Sanghyang tikoro
Sanghyang ini dikenal sebagai tempat penyayatan citarum. Pada tagong apu-padalarang yang di dominasi perbukitan kapur yang tandus. Bukit kapur ini berdiri megah dengan menyimpan banyak misteri dan sejarah panjang geologis.
Dr. H R P Koesoemadinata yang memaparkan pada zaman miosen, sekitar 15-20 juta tahun yang lalu, wilayah bandung bahakan pulau jawa berada dibawah permukaan laut. Hal ini di buktikan dengan temuan fosil di perbukitan batu kapur sebelah barat padalarang, berupa terumbu bintang koral. Binatang bersel satu (foraminifera), dan ganggang laut.
Kawasan bukit kapur di tagong apu memang tak subur, namun kawasan ini tetap memberikan berkah tersendiri. Batuan gamping yang termasuk formasi raja mandala ini di manfaatkan sebagai bahan tambang oleh industry dan masyarakat.
Sanghyang tikoro letaknya dibelakang kantor PLTA saguling lokasinya memang tersembunyi sehingga jerapkali luput dari perhatian wisatawan. Nama sanghiang tikoro sering dihubungkan dengan legenda sangkuriang, khususnya berkaitan dengan danau bandung.
Istilah sanghiang berarti dewa, sedangkan tikoro adalah tenggorokan, sehingga keseluruhan berarti tenggorokan dewa.
d. Gua pawon
Para pakar sejarah, antropologi, geologi, sosiologi bekerja sama untuk membiarkan dan meneliti keberadaan gua yang di perkirakan berumur jutaan tahun lalu. Di gua pawon ini ditemukan beberapa artefak, tulang binatang, cangkang siput, pecahan buah kenari, pecahan keramik dan sebagainya.
Berdasarkan bukti-bukti, gua ini pernah menjadi tempat hunian manusia purba. Namun dimata orang awam, gua pawon memiliki karakteristik yang unik. Gua yang terletak di lereng bukit ini memiliki pintu masuknya yang besar.
Didalamnya terdapat beberapa ruang bertingkat yang cukup lapang dan lembab. Dahulu gua ini sering dipergunakan sebagai tempat persinggahan para pecinta alam yang sedang bertualang. Terkadang gua ini pun dijadikan ajang latihan naik dan turun tebing dengan bantuan tali yang cukup mengganggu ialah bau tumpukan kotoran ribuan kelelawar yang menjadikan gua pawon sebagai sarangnya.



D. Tangkuban Perahu
Gunung tangkuban perahu adalah salah satu gunung yang terletak di provinsi jawa barat, Indonesia. Sekitar 20 km kearah utara kota bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh disekitarnya, gunung tangkuban perahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah macir atau perisai yang telah meletus 480 tahun lalu. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang di keluarkan adalah sulfur belerang. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 0C pada siang hari dan 2 0C pada malam hari.
Gunung tangkubvan perahu ini termasuk gunung aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkamologi Indonesia. Diantaranya tanda-tanda gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas si kaki gunung diantaranya dikawasan ciater, subang.
Bentuk tofografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah kawah besar yang kini merupakan kawasan Bandung.
Salah satu gunung berapi aktif ditanah air ini memiliki ciri yang khas yakni bentuknya yang mirip perahu terbalik, sehingga dinamakan tangkuban perahu. Gunung tangkuban perahu memiliki kawah yang memanjang dan berdekatan, sehingga bila kita lihat dari kejauhan tidak membentuk kerucut seperti gunung pada umumnya.
Pada tangkuban perahu ini terdapat sepuluh kawah, yang terdiri dari:

1. Kawah ratu
2. Kawah upas
3. Kawah baru
4. Kawah larang
5. Kawah ecoma
6. Kawah jurig
7. Kawah siluman
8. Kawah domas
9. Kawah jarian
10. Pangguyangan badak

Gunung sunda merupakan salah satu gunung yang saat ini ada di wilayah Bandung, Jawabarat, Indonesia. Gunung sunda yang ada saat ini, bersama dengan gunung tangkuban perahu serta gunung burangrang. Merupakan sisa dari gunung sunda yang pernah meletus pada zaman prasejarah. Meletusnya gunung sunda juga sudah mengakibatkan terbentuknya kaldera sunda
Pada kawah domas ini memiliki banyak sumber air panas merbus telur di kawah ini cukup 10 menit, telur yang di rebus sudah bias dimakan pada wakti 10 menit tersebut. Untuk mengunjungi kawah domas dibutuhkan sedikit usaha, karena harus berjalan kaki melewati jalan setapak sekitar 2 km. menuju kawah domas ini tidak bias menggunakan mobil atau motor, rute jalannya yang menanjak dan menurun dan terdiri dari ratusan tangga akan sangat sulit untuk dilewati kendaraan.
Dikawah domas juga dapat berendam di kolam air panas yang kaya akan sulfur dan belerang. Kandungannya mampu mengobati penyakit-penyakit kulit.

BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
Praktikum kuliah lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 9-11 februari 2009 yang bertempat dikawasan bandung purba yang membahas tempat atau objek yang dituju, yaitu mulai dari menerangkan objek museum geologi, sanghyang tikoro, gunung tangkuban perahu dan yang terakhir kawah domas.
Museum geologi awalnya berfungsi sebagai laboratorium dan tempat penyimpanan hasil penyelidikan geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah Indonesia lalu berkembang dan bukan saja sebagai sarana penelitian umum namun sebagai sarana pendidikan, penyedia berbagai informasi tentang ilmu kebumian dan objek wisata.

B. SARAN
Praktikum kuliah lapangan ini begitu penting, terlebih di zaman modern saat ini. Sebab akan mempermudah bagi pelajar untuk mendapatkan pengetahuan. Dengan praktek kuliah ini akan menambah wawasan bagi siswa dari semua pengalamannya.
Oleh karena itu, mulailah untuk melakukan penelitian dari sekarang agar kita terlatih untuk menjadi seseorang yang berwawasan dan banyak dibutuhkan orang lain.





DAFTAR PUSTAKA
Ahma, bya dan Nedi sunaedi, 2002. Geologi umum, mineral, batuan, struktur dan pemetaan geologi. Tasikmalaya: Program Studi Pendidikan Geografi, FKIP, Universitas Siliwangi.
Buku Panduan Museum Geilogi, Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar